Pinjaman Koperasi Tanpa Jaminan

Tempat meminjam uang tidak terbatas hanya di bank. Selain melalui perusahaan fintech, koperasi dapat pula dijadikan tempat dalam meminjam uang dalam jumlah yang dibutuhkan.

Siapa tak kenal koperasi? Saat baru dibentuk, koperasi hanya berfokus pada anggotanya saja, baik dalam hal simpanan ataupun pinjaman. Namun kini, seiring perkembangan usahanya, koperasi juga semakin mengikuti kebutuhan dalam persaingan usaha. Salah satunya adalah program pinjaman tanpa jaminan.

Terlebih, kini permasalahan finansial seringkali dirasakan masyarakat luas dari berbagai kalangan. Kebutuhan finansial juga tak sekadar kebutuhan untuk hidup sehari-hari namun juga kebutuhan akan asuransi kesehatan, pendidikan, kredit dan lain-lain.

Bahkan, seringkali ada saja masalah keuangan datang tiba-tiba dan mengharuskan kita meminjam sejumlah dana pada teman, kerabat ataupun lembaga keuangan seperti bank. Mengajukan pinjaman koperasi tanpa jaminan memang bisa jadi cara cepat serta tepat dalam mengatasi masalah kekurangan dana. Seperti apa prosesnya? Simak di bawah ini.

Syarat Ajukan Pinjaman Koperasi Tanpa Pinjaman

Syarat mengajukan pinjaman di koperasi ini mencakup aneka dokumen yang harus kita penuhi. Di antaranya adalah fotokopi KTP suami istri apabila sudah menikah, fotokopi KK, slip gaji serta rekening listrik. Selain itu, kita juga harus menjadi anggota koperasi serta mengisi formulir pinjaman.

Melihat syarat-syarat di atas, tentu kita harus terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi. Setelah syarat-syarat umum di atas telah dilengkapi, saatnya ikuti langkah-langkah selanjutnya. Mulailah dari melengkapi berkas pengajuan dana pinjaman dan ajukan proposal tujuan penggunaan dana. Sebagai contoh, kita hendak meminjam dana untuk modal usaha.

Pengurus koperasi akan mempertimbangkan proposal yang kita ajukan dan prosedur pinjaman yang telah ditentukan sebelumnya. Apabila pengajuan pinjaman disetujui, pencairan pinjaman serta lamanya jangka waktu pengembalian dana akan ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama serta dituangkan dalam akad koperasi.

Jumlah pinjaman yang diinginkan?

Untuk jangka waktu berapa lama? (tanggal pembayaran )

Contoh representatif: meminjam 500000 Rp 65 hari, tingkat bunga 1,33% per hari, Anda perlu membayar kembali 933000 Rp.

Minat Anda akan dari 1% menjadi 1,33% per hari. Tingkat persentase tahunan (APR) 2334% - 3324

Prinsip Dasar Koperasi Simpan Pinjam

Prinsip dasar dari koperasi simpan pinjam atau koperasi simpin juga wajib kita ketahui. Hal ini agar kita dapat lebih memahami bagaimana cara kerja koperasi serta alur proses pinjaman uang tunai tanpa jaminan di koperasi. Prinsip dasar dari koperasi simpin sendiri di antaranya adalah sebagai berikut.

Simpanan pokok yang dibayarkan anggota koperasi hanya berlaku satu kali saja, sementara simpanan wajib akan dibayarkan anggota tiap bulannya. Ada lagi simpanan sukarela yang mirip tabungan dengan waktu simpanan serta jumlah tidak ditentukan. Dana cadangan ialah sisa dari hasil usaha yang tidak dibagikan pada anggota namun digunakan menambah modal usaha.

Modal pinjaman yang dilakukan pengurus koperasi ke pihak lain misalnya bank atau penyalur dana lain. Sementara hibah atau donasi akan diberikan pada orang lain oleh pihak koperasi itu sendiri. Dengan mengetahui apa saja prinsip dasar koperasi, kita akan semakin terbantu dalam memahami proses kerja koperasi.

Langkah-langkah Peminjaman Uang di Koperasi

Meminjam uang di koperasi tentu lebih aman dibanding mengajukan pinjaman rentenir tanpa jaminan. Cara meminjam uang lewat lembaga ini juga terbilang mudah serta dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa terkecuali. Yang terpenting, peminjaman uang di koperasi tidak akan disertai jaminan.

Mengajukan pinjaman tunai tanpa jaminan proses cepat di koperasi diawali dengan menghubungi contact person dari marketing koperasi tersebut. Kita bisa melakukannya dengan cara menelepon nomor telepon yang tersedia atau mendatangi langsung koperasi tempat kita akan mengajukan pinjaman dana.

Selanjutnya, sampaikan tujuan serta niat pinjam dana. Apabila kita baru pertama kali ini meminjam dana, maka limit yang diberikan akan cukup kecil, berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 saja. Namun apabila kita sudah berkali-kali melakukan peminjaman dan track recordnya baik, maka limit pinjaman akan lebih tinggi.

Siapkan data administrasi yang dibutuhkan, seperti KTP dan KK yang tercantum alamat domisili kita di dalamnya. Tanyakan juga syarat-syarat lain yang dibutuhkan. Kita harus aktif bertanya agar semua kelengkapan bisa dipenuhi sehingga pinjaman dapat segera cair.

Jika kita mengajukan pinjaman di koperasi melalui rekomendasi seorang teman yang track recordnya baik kemungkinan besar pinjaman akan dicairkan. Fungsi dari rekomendasi ini adalah memudahkan kita dalam pinjaman yang diajukan dapat segera dicairkan. Jika tidak ada rekomendasi, maka kita harus sabar mengantri dan menunggu pencairan dana beberapa hari.

Proses selanjutnya sekaligus proses utama adalah pencairan dana. Dari seratus persen dana yang diajukan, kita hanya akan menerima sembilan puluh persennya saja sementara sepuluh persen sisanya akan dimasukkan dalam tabungan. Potongan ini bisa diambil saat kita melakukan pelunasan peminjaman.

Jangan lupakan pula proses mengangsur pinjaman. Tahap ini terbilang sulit serta melelahkan, apalagi kalau kita meminjam uang dalam jumlah besar di koperasi pinjam uang tanpa jaminan. Angsuran akan dilakukan tiap bulan dan cicilannya cukup tinggi, terutama untuk kredit yang tenornya singkat antara satu sampai tiga bulan saja.

Semoga uraian di atas dapat membantu apabila kita hendak mengajukan pinjaman dana ke koperasi simpan pinjam.